Peringkat Tim Tennis Indonesia Melonjak Drastis Fed Cup 2018

Peringkat Tim Tennis Indonesia Melonjak Drastis Fed Cup 2018

Peringkat tim tenis Fed Cup Indonesia 2018 melonjak 22 tingkat setelah berhasil menjuarai babak penyisihan zona Asia Oceania Grup II, dua pekan lalu.

Dalam penyisihan yang berlangsung di Isa Town, Bahrain tersebut, tim Indonesia memenangi semua pertandingan dengan angka telak 3-0, termasuk saat menghadapi tim favorit juara, Uzbekistan dalam pertandingan terakhir, Sabtu (10/02/2018).

Indonesia kini menempati peringkat 34 dan naik 22 tingkat dari peringkat sebelumnya di peringkat 56. Peringkat Indonesia lebih baik dari peringkat negera-negara Asia Tenggara lainnya seperti Thailand (36), Filipina (46) dan Singapura (50).

Sementara buat Uzbekistan, kekalahan dari Indonesia membuat peringkat mereka merosot empat tingkat dan kini menempati peringkat 37.

Berikut peringkat lengkap:
1. Republik Ceko
2. Aemerika Serikat
3. Perancis
4. Belarusia
5. Jerman
6. Swiss
7. Belanda
8. Rusia
9. Belgia
10. Romania
11. Slovakia
12. Italia
13. Australia
14. Spanyol
15. Ukraina
16. Inggris
17. Serbia
18. Kanada
19.Paraguay
20. Jepang
21. Kazakhstan
22. Latvia
23. Argentina
24. Polandia
25. China
26. Brazil
27. Kroasia
28. Taiwan
29. India
30. Estonia
31. Korea Selatan
32. Hungaria
33. Swedia
34. Indonesia

Menurut Orang Bercerai Tentang Rahasia Pernikahan Sukses

Orang Bercerai Tentang Rahasia Pernikahan Sukses

Hanya karena seseorang bercerai, bukan berarti ia keluar dari lembaga pernikahan tanpa memetik satu pun pelajaran penting tentang pernikahan. Justru sebaliknya. Kegagalan itu membuat mereka belajar banyak.

Orang yang pernah bercerai biasanya justru berharap akan bertindak secara berbeda jika mereka punya kesempatan kedua untuk membangun rumah tangga.

Berikut adalah beberapa pelajaran penting yang dialami oleh mereka yang pernah bercerai, tentang upaya untuk menjaga keutuhan perkawinan.

- Sejak awal mula, kamu berdua harus punya cinta yang kuat. Jika alasan kamu menikah hanya karena ketertarikan fisik atau harta, cinta itu akan cepat mati.

- Lihatlah lebih dalam dari sekadar cincin atau pesta yang meriah. Bayangkan apakah kamu ingin hidup bersamanya sampai tua.

- Jika pasanganmu berbalik dan tak ingin bicara, berilah ia kesempatan untuk sendiri. Bersabarlah, tapi jangan biarkan emosi negatif berlalu tanpa dibicarakan.

- Pernikahan tak selalu membahagiakan. Carilah hal-hal yang menyenangkan setiap hari, sesederhana apa pun itu. Ketika ada hal buruk atau menjengkelkan, ingatlah bahwa ini pun akan berlalu.

- Pernikahan yang sukses berarti "tangan siap kotor", dalam artian kita juga harus berpartisipasi. Jangan hanya menunggu si dia. Komunikasi adalah kunci.

- Keintiman adalah hal yang membedakan pernikahan dengan bentuk hubungan lain. Peliharalah rasa keintiman itu seperti saat pertama pacaran.
- Pernikahan yang bahagia butuh dua orang yang terus belajar tentang pasangannya dan kehidupan itu sendiri. Jangan takut untuk berkompromi.

- Cinta berarti membiarkan pasangan untuk rileks dan sedikit malas. Kita tidak bisa terus menerus sempurna 24 jam selama 7 hari seminggu.

- Pasti kita akan melewati satu titik dalam pernikahan yang menyebabkan frustasi. Cobalah berempati.

- Dalam pernikahan, seperti halnya dalam hidup, sesuatu yang pelan tapi stabil akan menang dibandingkan dengan sesuatu yang tergesa-gesa.

- Jangan malas meluangkan waktu hanya untuk berdua, berbicara dari hati ke hati secara santai dan akrab. Ungkapkan apa yang kamu butuhkan karena ia tak bisa membaca pikiran, demikian pula sebaliknya.

- Beri kesempatan pada diri sendiri dan juga pasangan untuk menikmati hobi dan membuat bahagia. Pernikahan yang bahagia membutuhkan dua orang yang kuat dan penuh sebagai individu.

- Rayakan ketika ada hal membahagiakan. Jangan lupa untuk mengungkapkan apresiasi ketika pasangan melakukan hal istimewa untukmu.

Penjelasan Hewan Peliharaan Bantu Penyembuhan Gangguan Mental

Penjelasan Hewan Peliharaan Bantu Penyembuhan Gangguan Mental

Memelihara hewan sering dikaitkan dengan banyak manfaat dalam kesehatan. Salah satunya adalah pada kesehatan mental.

Ternyata, anggapan tersebut bukan isapan jempol belaka. Pasalnya, sebuah meta-analisis terhadap 17 temuan akademik telah membuktikan manfaat dari memelihara hewan terhadap kesehatan mental, termasuk penderita gangguan jiwa.

Penelitian ini juga meninjau ulang kesaksian dari orang dengan gangguan mental yang memelihara binatang, yang menyebut bahwa hewan perliharaan menawarkan penghiburan yang mereka butuhkan.

Di antara 17 penelitian tersebut, ada sebuah penelitian besar yang mewawancarai orang-orang yang hidup dengan gangguan kejiwaan ringan seperti depresi, skozofrenia, bipolar, atau gangguan stres pasca-trauma.

Penelitian besar tersebut mengungkapkan bahwa memelihara hewan memberi orang perasaan mendalam tentang "keamanan ontologis". Keamanan yang dimaksud adalah perasaan stabil yang berkelanjutan dan bermakna bagi kehidupan seseorang.

Selain penelitian besar tersebut, temuan serupa juga diperoleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Temuan CDC mendorong orang tua memberi anak-anak hewan peliharaan.

Hal tersebut karena memiliki hewan peliharaan membuat anak-anak terhindar dari gangguan cemas dan berkaitan dengan indeks massa tubuh yang lebih rendah.

Sedangkan tinjauan pada ke-17 penelitian tersebut kembali menganalisis bukti yang menunjukkan hewan peliharaan memberi manfaat pada orang-orang dengan gangguan mental serius. Tinjauan ini dipimpin oleh Dr Helen Louise Brooks dari University of Liverpool.

Selanjutnya, hasil tinjauannya dipublikasikan dalam jurnal BMC Psychiatry.

Untuk melakukan tinjauannya ini, mula-mula Dr Brooks menncari di 9 database medis. Selanjutnya, mereka menyaring lebih dari 8.000 artikel sebelum mempersempitnya menjadi 17 makalah saja.

Makalah-makalah tersebut melihat efek memelihara kucing, anjing, hamster, burung pipit, dan bahkan ikan mas pada penderita gangguan jiwa.

Secara khusus, peserta dalam penelitian-penelitian tersebut memang telah didiagnosis dengan kondisi kesehatan mental yang serius. Hampir semua penelitian tersebut menunjukkan hal yang sama, yaitu memelihara hewan membantu peserta mengelola emosi dan menawarkan pengalihan dari gejala kondisi kesehatan mental mereka.

"Hewan peliharaan memberi penerimaan tanpa penghakiman, memberi dukungan tenpa syarat, yang (peserta) sering tidak terima dari keluarga maupun hubungan sosial lain," ujar Dr Brooks dikutip dari Medical News Today, Selasa (20/02/2018).

Tak hanya itu, beberapa pemilik juga menyebut bahwa hewan peliharaannya memaksa mereka untuk tetap terhubung dengan dunia luar dan melakukan aktivitas fisik. Hal inilah yang kemudian membuat orang yang memelihara hewan akan lebih sehat baik secara fisik maupun mental.

Apalagi, beberapa hewan peliharaan seperti anjing mendorong pemiliknya untuk melakukan interaksi sosial dan memperkuat hubungan masyarakat. Memiliki hewan peliharaan juga membantu orang untuk tetap memiliki rasa terhadap identitas, harga diri, dan eksistensi yang kuat.

Hal itu diakui oleh beberapa pemilik hewan peliharaan yang menjadi peserta dalam 17 penelitian tersebut.

Oleh karena itu, Dr kelly Rushton, co-author tinjauan ini menyebut bahwa temuan ini sangat penting.

"Kami merasa bahwa kepemilikan hewan peliharaan memiliki kontribusi yang berharga bagi kesehatan mental, jadi sebaiknya dimasukkan ke dalam rencana perawatan individual pasien," kata Dr Rushton.

"Intervensi semacam ini juga menawarkan kesempatan untuk melibatkan pasien dalam penyediaan layanan kesehatan mental mandiri melalui diskusi terbuka tentang apa yang terbaik bagi mereka," imbuhnya.

Meski begitu, Dr Brooks juga mengingatkan bahwa perlu penelitian lebih lanjut untuk menguji sifat dan tingkat hubungan ini.

Blognya Rava Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger