Rabu, 21 Februari 2018

Penjelasan Hewan Peliharaan Bantu Penyembuhan Gangguan Mental

Penjelasan Hewan Peliharaan Bantu Penyembuhan Gangguan Mental

Memelihara hewan sering dikaitkan dengan banyak manfaat dalam kesehatan. Salah satunya adalah pada kesehatan mental.

Ternyata, anggapan tersebut bukan isapan jempol belaka. Pasalnya, sebuah meta-analisis terhadap 17 temuan akademik telah membuktikan manfaat dari memelihara hewan terhadap kesehatan mental, termasuk penderita gangguan jiwa.

Penelitian ini juga meninjau ulang kesaksian dari orang dengan gangguan mental yang memelihara binatang, yang menyebut bahwa hewan perliharaan menawarkan penghiburan yang mereka butuhkan.

Di antara 17 penelitian tersebut, ada sebuah penelitian besar yang mewawancarai orang-orang yang hidup dengan gangguan kejiwaan ringan seperti depresi, skozofrenia, bipolar, atau gangguan stres pasca-trauma.

Penelitian besar tersebut mengungkapkan bahwa memelihara hewan memberi orang perasaan mendalam tentang "keamanan ontologis". Keamanan yang dimaksud adalah perasaan stabil yang berkelanjutan dan bermakna bagi kehidupan seseorang.

Selain penelitian besar tersebut, temuan serupa juga diperoleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Temuan CDC mendorong orang tua memberi anak-anak hewan peliharaan.

Hal tersebut karena memiliki hewan peliharaan membuat anak-anak terhindar dari gangguan cemas dan berkaitan dengan indeks massa tubuh yang lebih rendah.

Sedangkan tinjauan pada ke-17 penelitian tersebut kembali menganalisis bukti yang menunjukkan hewan peliharaan memberi manfaat pada orang-orang dengan gangguan mental serius. Tinjauan ini dipimpin oleh Dr Helen Louise Brooks dari University of Liverpool.

Selanjutnya, hasil tinjauannya dipublikasikan dalam jurnal BMC Psychiatry.

Untuk melakukan tinjauannya ini, mula-mula Dr Brooks menncari di 9 database medis. Selanjutnya, mereka menyaring lebih dari 8.000 artikel sebelum mempersempitnya menjadi 17 makalah saja.

Makalah-makalah tersebut melihat efek memelihara kucing, anjing, hamster, burung pipit, dan bahkan ikan mas pada penderita gangguan jiwa.

Secara khusus, peserta dalam penelitian-penelitian tersebut memang telah didiagnosis dengan kondisi kesehatan mental yang serius. Hampir semua penelitian tersebut menunjukkan hal yang sama, yaitu memelihara hewan membantu peserta mengelola emosi dan menawarkan pengalihan dari gejala kondisi kesehatan mental mereka.

"Hewan peliharaan memberi penerimaan tanpa penghakiman, memberi dukungan tenpa syarat, yang (peserta) sering tidak terima dari keluarga maupun hubungan sosial lain," ujar Dr Brooks dikutip dari Medical News Today, Selasa (20/02/2018).

Tak hanya itu, beberapa pemilik juga menyebut bahwa hewan peliharaannya memaksa mereka untuk tetap terhubung dengan dunia luar dan melakukan aktivitas fisik. Hal inilah yang kemudian membuat orang yang memelihara hewan akan lebih sehat baik secara fisik maupun mental.

Apalagi, beberapa hewan peliharaan seperti anjing mendorong pemiliknya untuk melakukan interaksi sosial dan memperkuat hubungan masyarakat. Memiliki hewan peliharaan juga membantu orang untuk tetap memiliki rasa terhadap identitas, harga diri, dan eksistensi yang kuat.

Hal itu diakui oleh beberapa pemilik hewan peliharaan yang menjadi peserta dalam 17 penelitian tersebut.

Oleh karena itu, Dr kelly Rushton, co-author tinjauan ini menyebut bahwa temuan ini sangat penting.

"Kami merasa bahwa kepemilikan hewan peliharaan memiliki kontribusi yang berharga bagi kesehatan mental, jadi sebaiknya dimasukkan ke dalam rencana perawatan individual pasien," kata Dr Rushton.

"Intervensi semacam ini juga menawarkan kesempatan untuk melibatkan pasien dalam penyediaan layanan kesehatan mental mandiri melalui diskusi terbuka tentang apa yang terbaik bagi mereka," imbuhnya.

Meski begitu, Dr Brooks juga mengingatkan bahwa perlu penelitian lebih lanjut untuk menguji sifat dan tingkat hubungan ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Blognya Rava Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger